Repository Gizi UTama
Kue Basah Terverifikasi Ahli Gizi

Kue Apem Mekar / Bolu Kukus Tradisional

Kode : BAS-009


Deskripsi

Jajanan ini kaya akan karbohidrat sederhana yang berasal dari tepung dan gula pasir dalam jumlah cukup banyak. Ini memberikan suplai kalori dan energi cepat (quick energy) untuk anak-anak yang aktif bergerak, dan warna pada makanan yang memikat daya tarik konsumsi anak-anak

Kandungan Gizi
Konsumsi Secukupnya
Mengandung Gula
Mengandung Lemak
Mengandung Protein
Mengandung Vitamin & Mineral
Sumber Energi
Dokumentasi Foto
Informasi Jajanan
Kategori Kue Basah
Harga Rp. 10.000/pax
Lokasi Pasar Langkap, Jalan Banjar-Langensari, Bojongkantong, Kec. Langensari
Porsi 1 buah per porsi siap konsumsi berkisar Rp 1.500,- sampai Rp 3.000,- per buah, satu Porsi isi 6 berkisar Rp. 10.000 an
Bahan Berbahaya
Formalin
Tidak Ada
Tidak ada perubahan rasa yang mencolok, dan tidak ada aroma yang menyengat pada makanan
Boraks
Tidak Ada
Tidak terlihat warna yang terlalu cerah
Rhodamin B
Tidak Ada
Tidak ada, warna yang mencolok pada makanan
Metanil Yellow
Tidak Ada
Tidak ada, karena warna pada makanan tidak membekas pada tangan
Catatan untuk Balita
Kue apem tergolong camilan tradisional yang sangat baik dan aman untuk balita, terutama karena teksturnya yang empuk, tidak lengket, dan sangat mudah dikunyah oleh anak usia dini. Porsi yang Disarankan: 1 potong kecil/sedang (sekitar 30–40 gram) dalam satu waktu makan selingan (camilan pagi atau sore). Jika dibuat menggunakan 100% tepung beras murni (tanpa campuran terigu), kue apem secara alami bebas gluten, sehingga sangat cocok bagi balita yang memiliki sensitivitas, intoleransi, atau alergi gluten serta Kombinasi tepung beras dan santan memberikan pasokan energi yang efisien untuk mendukung aktivitas harian balita yang aktif. Resep standar kue apem menggunakan gula pasir atau gula jawa agar terasa manis. Konsumsi gula berlebih pada balita dapat meningkatkan risiko karies gigi dan memicu kebiasaan menyukai rasa yang terlalu manis sehingga tetap direkomendasikan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.

Minim Protein Hewani: